Select Page

Ilustrasi larangan sepeda motor di DKI Jakarta. (ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja)

Ilustrasi larangan sepeda motor di DKI Jakarta. (ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja)

PEMPROV DKI TUNDA LARANGAN MOTOR MASUK KAWASAN SUDIRMAN DAN RASUNA SAID

JAKARTA- Beberapa minggu lalu netizen mungkin mendengar kabar bahwa akan ada uji coba larangan  sepeda motor untuk memasuki kawasan Jl. Jendral Sudirman dan Jl. Rasuna Said sebagaimana juga dimuat di situs ini. Belakangan telah beredar berita terbaru bahwa uji coba tersebut akan ditunda. Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Andri Yansyah memastikan rencana uji coba pelarangan sepeda motor dari Jalan Jenderal Sudirman sampai Bundaran Hotel Indonesia, tak jadi diberlakukan. Pada akhirnya Pemprov DKI tunda larangan motor masuk kawasan Sudirman dan Rasuna Said.

MEMPERTIMBANGKAN KONDISI JALAN DAN PEMBANGUNAN MRT

“Setelah kita lakukan pengkajian dan konsultasi, juga arahan baik dari wantimpres (dewan pertimbangan presiden), anggota DPRD, dan Gubernur, kita ramu untuk saat ini pelaksanaan pembatasan belum bisa dilaksanakan,” kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/9). Mulanya, uji coba tersebut akan dilakukan mulai Selasa, 12 September 2017 hingga 11 Oktober 2017 mendatang setiap hari Senin- Jumat pukul 06:00 – 23:00 WIB. 

Andri mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil mengingat masih diadakannya pembangunan MRT dan trotoar di sepanjang Jl. Sudirman dan Jl. Thamrin. Pemprov DKI, menurut Andri, akan mempertimbangkan pemberlakuan pelarangan sepeda motor bila semua infrastruktur telah siap. Pertimbangan lain karena Pemprov masih perlu menyelesaikan pembangunan ‘park and ride’ atau kantong parkir untuk pemotor yang ingin masuk ke sekitar Sudirman-Thamrin-Medan Merdeka Barat. Lokasinya di dekat Plaza Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebelumnya meminta Dinas Perhubungan DKI mengkaji lagi kebijakan larangan motor tersebut. Djarot menuturkan, saat ini, Pemprov DKI tengah mengebut pembangunan infrastruktur hingga akhir 2017, khususnya underpass dan flyover. Setelah itu, Dishub diminta mengkaji dan mengevaluasi apakah perlu ada perluasan pembatasan roda dua atau roda empat.

MASYARAKAT DIHARAPKAN BERALIH KE TRANSPORTASI UMUM

Dengan ditundanya pemberlakuan ini, maka rencana uji coba pelarangan motor di Sudirman pada 12 September otomatis ditunda, begitu juga realisasinya pada 12 Oktober. Meski begitu aturan larangan motor ini bukan berarti batal, hanya perlu dikaji lagi waktu yang tepat. Netizen diharapkan tetap bersiap-siap dengan mencari moda transportasi alternatif apabila aturan ini tetap diberlakukan.

Semoga saja kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah provinsi DKI Jakarta bisa menjadi solusi kemacetan tanpa harus mengorbankan hak-hak pengendara sepeda motor. Karena pengendara sepeda motor pun adalah warga negara yang juga membayar pajak negara dan memiliki hak yang sama untuk akses fasilitas umum. Gojek

Dirangkum dari :

 

Baca info menarik lainnya di sini.